Menteri kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ kepala BKKBN RI, DR.H.Wihaji
Mujahidinfm, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, DR.H.Wihaji, S.Ag.,M.Pd, melakukan kunjungan kerja ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat dalam rangka melaksanakan Konsolidasi Program Bangga Kencana bersama Tim Pendamping Keluarga.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Serbaguna PMI Provinsi Kalimantan Barat yang dihadiri sebanyak 350 orang peserta terdiri dari tim Pendamping Keluarga, kader, serta berbagai unsur pemangku kepentingan yang terlibat dalam upaya pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting di daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Barat Nur Yamin, Wakil Ketua PKK Provinsi Kalimantan Barat, Asisten I Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, serta Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.

Dalam kesempatan kali ini, Menteri Wihaji menyambut baik sinergi yang telah terjalin antara Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Barat dengan pemerintah daerah dalam menjalankan program Bangga Kencana di wilayah Kalbar.
“Saya mengapresiasi komitmen jajaran Kemendukbangga Provinsi Kalbar dalam membangun integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) terutama kepada pemerintah Kota Pontianak,” katanya, Sabtu 7 Maret 2026.
Tujuan utama program Bangga Kencana adalah meningkatkan kualitas hidup keluarga Indonesia, mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, dan mewujudkan keluarga berencana yang efektif . program ini mencakup komponen komponen seperti bina keluarga balita, bina keluarga remaja, dan pusat informasi dan konseling remaja.
Untuk mendukung program tersebut ada Tim Pendukung Keluarga (TPK) yang terdiri dari tenaga Kesehatan dan petugas sosial yang bertugas membantu keluarga beresiko stunting untuk meningkatkan kualitas hidup dan tentunya mencegah stunting.
Menurut Wihaji, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115 Pasal 47, pemerintah menugaskan TPK di seluruh Indonesia untuk membantu pendistribusian Makanan Pendamping Gizi (MPG) kepada kelompok sasaran, yaitu ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Ia menegaskan bantuan tersebut harus benar-benar sampai kepada penerima manfaat.
“Kita pastikan MPG khusus untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita benar-benar sampai kepada penerima manfaat. Ini bagian dari tugas baru yang diberikan kepada Tim Pendamping Keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pontianak terus memperkuat pelaksanaan Program Bangga Kencana untuk memanfaatkan bonus demografi yang sedang dialami kota ini. Saat ini jumlah penduduk Kota Pontianak mencapai sekitar 693 ribu jiwa dengan komposisi usia produktif sekitar 69,12 persen.
“Bonus Demografi ini harus dikelola dengan baik agar menjadi kekuatan pembangunan daerah, salah satunya melalui penguatan Program keluarga berencana dan pembangunan keluarga,” ungkapnya.
Ia menjelaskan berdasarkan data Sistem Informasi Keluarga (SIGA) tahun 2025 terdapat sekitar 76.971 pasangan usia subur di Kota Pontianak yang menjadi sasaran utama pelayanan keluarga berencana dan pembinaan ketahanan keluarga. Selain itu, Kota Pontianak juga telah memiliki 29 Kampung Keluarga Berkualitas yang tersebar di berbagai kelurahan sebagai pusat integrasi program pembangunan keluarga.
Wali Kota juga menyampaikan bahwa hingga 2025 terdapat 8.553 keluarga berisiko stunting di Kota Pontianak yang telah mendapatkan pendampingan dari Tim Pendamping Keluarga. Karena itu, penguatan tenaga lini lapangan menjadi faktor penting dalam keberhasilan program pembangunan keluarga di daerah. (Arummanix)

Leave a Reply