Mujahidinfm, Ramadhan merupakan bulan yang memiliki arti spesial bagi umat muslim di dunia, momentum bersama untuk berbagi dan peduli terhadap sesama. Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) berkolaborasi bareng 3 radio swasta di kota Pontianak ;Mujahidin fm, Sonora Fm, Kenari Fm dalam Program Off air Radio Berbagi 2026 , menyapa warga pengendara kendaraan bermotor dengan berbagi takjil di area bundaran Digulis universitas Tanjung pura.
Selaku ketua kegiatan, Ery menyampaikan : “ Sangat berterima kasih dan menyambut baik atas kolaborasi dan support dari Indosat dalam program Off air Radio berbagi 2026, semoga bisa terus membersamai radio yang ada di kota Pontianak, bukan hanya dalam momen bulan puasa saja tapi kedepannya juga indosat bisa selalu hadir dalam setiap event radio di Pontianak dan kalbar. Radio berbagi hadir sekali setiap pekan nya di bulan Ramadhan, di penghujung Ramadhan nanti akan dilakukan anjangsana serta penyaluran santunan ke beberapa Panti asuhan yang ada di kota Pontianak dan Kuburaya.”
Terima kasih diucapkan kepada rekan radio dan TIH (Tabungan Infaq Harian) Mujahidin yang sudah membersamai dalam kegaitan ini, terima kasih juga kepada Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH), Yayasan Rumah Makan Gratis Khatulistiwa (RMG), para donatur serta masyarakat / jamaah yang sudah memberikan donasi untuk kami salurkan kembali kepada para penerima manfaat. Semoga kegiatan ini bisa berjalan lancar hingga akhir Ramadhan, dan kedepannya bukan hanya tiga radio saja tetapi bisa melibatkan seluruh radio yang ada di kota Pontianak.(Arummanix)
Menteri kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ kepala BKKBN RI, DR.H.Wihaji
Mujahidinfm, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, DR.H.Wihaji, S.Ag.,M.Pd, melakukan kunjungan kerja ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat dalam rangka melaksanakan Konsolidasi Program Bangga Kencana bersama Tim Pendamping Keluarga.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Serbaguna PMI Provinsi Kalimantan Barat yang dihadiri sebanyak 350 orang peserta terdiri dari tim Pendamping Keluarga, kader, serta berbagai unsur pemangku kepentingan yang terlibat dalam upaya pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting di daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Barat Nur Yamin, Wakil Ketua PKK Provinsi Kalimantan Barat, Asisten I Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, serta Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.
Dalam kesempatan kali ini, Menteri Wihaji menyambut baik sinergi yang telah terjalin antara Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Barat dengan pemerintah daerah dalam menjalankan program Bangga Kencana di wilayah Kalbar.
“Saya mengapresiasi komitmen jajaran Kemendukbangga Provinsi Kalbar dalam membangun integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) terutama kepada pemerintah Kota Pontianak,” katanya, Sabtu 7 Maret 2026.
Tujuan utama program Bangga Kencana adalah meningkatkan kualitas hidup keluarga Indonesia, mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, dan mewujudkan keluarga berencana yang efektif . program ini mencakup komponen komponen seperti bina keluarga balita, bina keluarga remaja, dan pusat informasi dan konseling remaja.
Untuk mendukung program tersebut ada Tim Pendukung Keluarga (TPK) yang terdiri dari tenaga Kesehatan dan petugas sosial yang bertugas membantu keluarga beresiko stunting untuk meningkatkan kualitas hidup dan tentunya mencegah stunting.
Menurut Wihaji, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115 Pasal 47, pemerintah menugaskan TPK di seluruh Indonesia untuk membantu pendistribusian Makanan Pendamping Gizi (MPG) kepada kelompok sasaran, yaitu ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Ia menegaskan bantuan tersebut harus benar-benar sampai kepada penerima manfaat.
“Kita pastikan MPG khusus untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita benar-benar sampai kepada penerima manfaat. Ini bagian dari tugas baru yang diberikan kepada Tim Pendamping Keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pontianak terus memperkuat pelaksanaan Program Bangga Kencana untuk memanfaatkan bonus demografi yang sedang dialami kota ini. Saat ini jumlah penduduk Kota Pontianak mencapai sekitar 693 ribu jiwa dengan komposisi usia produktif sekitar 69,12 persen.
“Bonus Demografi ini harus dikelola dengan baik agar menjadi kekuatan pembangunan daerah, salah satunya melalui penguatan Program keluarga berencana dan pembangunan keluarga,” ungkapnya.
Ia menjelaskan berdasarkan data Sistem Informasi Keluarga (SIGA) tahun 2025 terdapat sekitar 76.971 pasangan usia subur di Kota Pontianak yang menjadi sasaran utama pelayanan keluarga berencana dan pembinaan ketahanan keluarga. Selain itu, Kota Pontianak juga telah memiliki 29 Kampung Keluarga Berkualitas yang tersebar di berbagai kelurahan sebagai pusat integrasi program pembangunan keluarga.
Wali Kota juga menyampaikan bahwa hingga 2025 terdapat 8.553 keluarga berisiko stunting di Kota Pontianak yang telah mendapatkan pendampingan dari Tim Pendamping Keluarga. Karena itu, penguatan tenaga lini lapangan menjadi faktor penting dalam keberhasilan program pembangunan keluarga di daerah. (Arummanix)
Mujahidinfm, Ramadhan merupakan momen berbagi antara sesama, tak terelakan untuk insan penyiaran. Radio berbagi adalah program kolaborasi antara mujahidinfm, sonora fm dan kenari fm yang merupakan inovasi program di bulan Ramadhan yang sifatnya memberi kepada sesama, program off air yang dikemas rapih supaya bisa memberikan kesan yang baik dan mendalam terhadap mereka yang menerima manfaat. Kegiatan ini bekerja sama dengan TIH Mujahidin, Para Donatur serta Masyarakat yang turut serta berdonasi untuk kegiatan ini. (05/03/2026)
Selaku ketua kegiatan, Ery menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah ajang silaturahim serta Existensi dan kolaborasi Radio di Kalimantan Barat. Untuk menumbuhkan nilai dan rasa peduli terhadap sesama dengan berbagi bersama di bulan suci Ramadhan 1447 H dan memberikan manfaat kepada masyarakat mengenai nikmatnya berbagi.
Bersama beberapa komunitas, para donatur dan Masyarakat secara langsung, kegiatan ini di isi dengan berbagi takjil di beberapa perempatan jalan yang ada di kota Pontianak. Radio berbagi hadir sekali setiap pekan nya di bulan Ramadhan, di penghujung Ramadhan nanti akan dilakukan anjangsana serta penyaluran santunan ke beberapa Panti asuhan yang ada di kota Pontaianak dan Kuburaya.
Terima kasih diucapkan kepada rekan radio yang sudah membersamai dalam kegaitan ini, terima kasih juga kepada Yayasan Rumah Makan Gratis Khatulistiwa (RMG), para donatur serta masyarakat / jamaah yang sudah memberikan donasi untuk kami salurkan kembali kepada para penerima manfaat. Semoga kegiatan ini bisa berjalan lancar hingga akhir Ramadhan, dan kedepannya bukan hanya tiga radio saja tetapi bisa melibatkan seluruh radio yang ada di kota Pontianak.
Mujahidinfm– Di Ramadan, koneksi bukan sekadar soal sinyal. Ia adalah penghubung silaturahmi, penenang di perjalanan mudik, dan jembatan kebersamaan. Memahami hal tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) memastikan masyarakat Pontianak tetap terhubung dengan lancar dan aman sepanjang Ramadan dan Idulfitri, sekaligus menghadirkan dampak sosial nyata melalui program Surau Berdaya sebagai bagian dari kampanye nasional #LebihBaikIndosat.
Sebagai wujud kesiapan tersebut, Indosat menggelar Network Experience Drive bersama Sahabat Media pada Kamis (26/2) untuk memberikan pengalaman secara langsung performa jaringan di berbagai titik mobilitas tinggi di Pontianak, mulai dari pusat perbelanjaan, rumah ibadah, hingga jalur utama aktivitas masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti transparansi sekaligus komitmen Indosat dalam memastikan pengalaman digital pelanggan tetap stabil di momen paling bermakna.
Ramadan merupakan salah satu periode dengan lonjakan trafik data tertinggi, khususnya menjelang waktu berbuka hingga malam hari. Aktivitas seperti video call, streaming, media sosial, transaksi digital, hingga akses layanan keagamaan meningkat signifikan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Indosat melakukan penguatan kapasitas jaringan dan optimalisasi layanan berbasis analisis trafik AI secara real-time. Yogo Pandego Bagus Widodo, Acting Head of Circle,Circle Kalisumapa, mengatakan, “Di momen Ramadan, masyarakat mengandalkan koneksi untuk menjaga silaturahmi dan menjalankan aktivitas digital sehari-hari. Melalui analisis trafik berbasis AI, kami dapat memantau pergerakan beban jaringan secara lebih akurat dan real-time, sehingga penguatan kapasitas dapat dilakukan tepat di titik yang dibutuhkan. Di Pontianak, kami telah memperkuat 181 BTS dan secara keseluruhan 5.135 BTS di Kalimantan. BTS bergerak juga kami kerahkan di area dengan mobilitas tinggi untuk memastikan koneksi tetap stabil, bahkan saat trafik meningkat signifikan.”
Jaringan Andal untuk Momen Paling Bermakna Sebagai bagian dari kesiapan Ramadan dan Lebaran, Indosat melakukan:
Monitoring jaringan 24/7 selama periode Ramadan–Lebaran
Penguatan kapasitas di site prioritas dan jalur mobilitas masyarakat
Pengerahan BTS bergerak di titik dengan lonjakan trafik tinggi
Optimalisasi berbasis analisis data AI untuk menjaga stabilitas dan kecepatan akses.
Langkah ini memastikan masyarakat Pontianak tetap dapat menelepon, berkirim pesan, melakukan transaksi digital, dan mengakses layanan daring tanpa hambatan.
Lebih dari Sekadar Jaringan: Hadir di Ruang Komunitas
Tidak hanya menghadirkan konektivitas yang andal, Indosat juga menegaskan komitmennya melalui program Surau Berdaya, yang di Pontianak dilaksanakan di Masjid Al-Musyawarah, Jl. Adisucipto. Program ini merupakan bagian dari pilar kepedulian sosial dalam kampanye #LebihBaikIndosat, menghadirkan dukungan fasilitas dan penguatan aktivitas produktif masyarakat di sekitar rumah ibadah. Kehadiran jaringan yang kuat mendukung aktivitas komunitas, memperlancar komunikasi, serta memperkuat kebersamaan selama Ramadan. Melalui Surau Berdaya, Indosat ingin memastikan bahwa konektivitas tidak hanya menghadirkan pengalaman digital yang lancar, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan kesiapan jaringan berbasis AI dan inisiatif sosial yang berkelanjutan, Indosat menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan yang relevan, andal, dan bermakna bagi masyarakat Indonesia, karena Ramadan seharusnya dijalani dengan tenang, tanpa drama.