Category: 2026

  • Gen Z Mulai Jenuh Media Sosial, Radio Dinilai Punya Peluang Bangkit Kembali

    Gen Z Mulai Jenuh Media Sosial, Radio Dinilai Punya Peluang Bangkit Kembali

    Diskusi “Ruang Artikulasi 1.0” membahas tren siaran kekinian dan peluang kebangkitan radio di era digital bersama praktisi media dan penyiaran Kalimantan Barat, Jumat (22/5/2026) di Universitas Tanjungpura, Pontianak. (Dok : Youtube RRI Pontianak)

    Mujahidinfm.id, – Dunia penyiaran televisi dan radio dinilai tengah menghadapi tantangan besar dalam beberapa tahun terakhir. Namun di tengah derasnya arus media sosial, optimisme baru justru mulai muncul dari kalangan generasi muda atau Gen Z yang dinilai mulai mengalami kejenuhan terhadap banjir informasi digital.

    Hal itu disampaikan Program Director Radio Mujahidin, Agus Hermanto, dalam kegiatan “Ruang Artikulasi 1.0” bertema Tren Siaran Kekinian: Apa yang Dicari Gen Z? yang digelar Jumat, 22 Mei 2026, di Ruang Tukar Gagas Selasar Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura dan disiarkan langsung melalui RRI Pontianak.

    Kegiatan yang didukung KPID Kalbar dan RRI Pontianak tersebut menghadirkan sejumlah praktisi media dan penyiaran di Kalimantan Barat untuk membahas tren siaran yang kini diminati generasi muda.

    Dalam pemaparannya, Agus mengatakan lembaga penyiaran saat ini memang menghadapi persoalan yang hampir sama, terutama akibat perkembangan media sosial yang sangat masif. Namun menurutnya, kondisi itu juga membuka peluang baru bagi radio untuk kembali diminati.

    “Informasi di media sosial sudah terlalu penuh dan menumpuk. Banyak Gen Z yang akhirnya jenuh dan mulai mencari media lain. Nah, ini kesempatan emas bagi lembaga penyiaran TV, terutama radio, untuk menangkap peluang tersebut,” ujarnya.

    Ia menilai radio masih memiliki kedekatan emosional dengan pendengar. Bahkan, Radio Mujahidin yang dikenal sebagai radio dakwah ternyata tetap memiliki pendengar setia di tengah gempuran platform digital.

    Agus menceritakan, pihaknya sempat mengira radio sudah tidak lagi didengar masyarakat. Namun anggapan itu berubah ketika terjadi kesalahan pemutaran azan di radio pada pukul 10.00 WIB dan langsung mendapat banyak respons dari pendengar.

    “Dari situ kami sadar ternyata masih ada pendengar setia radio,” katanya.

    Menurut Agus, kondisi tersebut menjadi momentum bagi radio untuk bertransformasi mengikuti perkembangan zaman, khususnya menyesuaikan karakter Gen Z dan Gen Alpha. Salah satu upaya yang dilakukan Radio Mujahidin adalah menghadirkan program “Dengerin Cerita” yang tayang setiap pekan pada malam hari.

    Program itu membahas isu yang dekat dengan anak muda seperti mental health, burnout, hingga quarter life crisis. Agus menyebut radio bisa menjadi ruang aman bagi generasi muda untuk bercerita dan berinteraksi.

    “Kalau takut bercerita di media sosial, bisa bercerita lewat radio,” tuturnya.

    Selain Agus Hermanto, kegiatan tersebut juga menghadirkan Ketua KPID Kalbar Ramdan, Produser Berita TVRI Kalbar Ramdlon, Ketua Tim Siaran RRI Pontianak Subhi Kurnia Santosa, Produser News Digital Kompas TV Pontianak Ryan Wijaya, Wakil Direktur Operasional Ruai TV Martinan Atrinita, dan Produser PonTV Gilang Fajar Mardiko.

    Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diharapkan semakin jeli dan bijak dalam menerima serta menyaring informasi yang beredar, baik melalui media sosial maupun lembaga penyiaran, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.

  • Safari Kamtibmas Ramadhan di Masjid Raya Mujahidin, Ustadz Das’ad Latif Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan

    Safari Kamtibmas Ramadhan di Masjid Raya Mujahidin, Ustadz Das’ad Latif Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan

    Safari Kamtibmas Ramadan, Ustadz Das’ad menekankan pentingnya keamanan dan persatuan masyarakat, Masjid Raya Mujahidin Kalbar, Ahad 8 Maret 2026

    MUJAHIDINFM.ID, Pontianak – Suasana Masjid Raya Mujahidin Pontianak dipenuhi ratusan jamaah yang menghadiri kegiatan Safari Kamtibmas Ustadz di Bulan Puasa (SAKURA), Ahad (8/3/2026) malam.

    Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Das’ad Latif menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya menjaga persatuan, keamanan, serta mempererat hubungan antar sesama di tengah kehidupan masyarakat yang beragama.

    Dalam ceramahnya, Ustadz Das’ad mengingatkan bahwa rasa aman yang dirasakan masyarakat Indonesia merupakan anugerah yang harus disyukuri dan dijaga bersama. Menurutnya, kondisi keamanan yang kondusif memungkinkan masyarakat menjalani berbagai aktivitas dengan nyaman, termasuk menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.

    Safari Kamtibmas Ramadan, Ustadz Das’ad menekankan pentingnya keamanan dan persatuan masyarakat, Masjid Raya Mujahidin Kalbar, Ahad 8 Maret 2026

    Ia menyebut bahwa kehidupan yang aman memberikan ruang bagi masyarakat untuk bekerja, berdagang, serta melaksanakan ibadah tanpa rasa khawatir. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga stabilitas keamanan dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memecah persatuan.

    “Kita patut bersyukur karena hidup dalam keadaan aman. Dengan aman kita bisa berdagang, bisa salat tarawih, bisa mencari nafkah untuk keluarga. Kalau tidak aman, semua itu sulit dilakukan,” ujarnya di hadapan jamaah.

    Ustadz Das’ad juga menyinggung kondisi yang terjadi di sejumlah negara yang masih dilanda konflik. Ia menggambarkan bagaimana masyarakat di wilayah tersebut harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, bahkan untuk mendapatkan makanan dan air bersih.

    “Coba kita lihat saudara-saudara kita di daerah konflik. Untuk makan saja susah, bahkan mendapatkan air pun sulit. Sementara kita di Indonesia bisa beribadah dengan tenang. Ini nikmat besar yang harus kita jaga,” katanya.

    Selain itu, ia menyoroti keberagaman yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Menurutnya, perbedaan suku, budaya, dan latar belakang bukanlah penghalang untuk hidup rukun, justru menjadi kekuatan yang harus dijaga bersama.

    Ia mencontohkan kondisi Kota Pontianak yang dihuni oleh berbagai suku dan etnis seperti Melayu, Tionghoa, Bugis, Makassar, Mandar, dan Padang, namun tetap mampu hidup berdampingan dengan damai. Kerukunan tersebut, kata dia, menjadi salah satu bukti bahwa persatuan dapat terjaga di tengah keberagaman.

    Dalam kesempatan itu, Ustadz Das’ad juga mengapresiasi peran aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia menilai kehadiran aparat menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

    Selain itu, ia mengingatkan umat Islam agar tidak hanya fokus pada ibadah ritual semata, tetapi juga menjaga akhlak dan hubungan baik dengan sesama manusia. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang orang yang merugi di akhirat, yakni mereka yang memiliki banyak pahala ibadah namun kerap menyakiti orang lain melalui fitnah, kezaliman, maupun memutuskan tali silaturahmi.

    Kegiatan Safari Kamtibmas Ramadan tersebut turut dihadiri Wali Kota Pontianak, Kapolresta Pontianak, pengurus Yayasan Masjid Raya Mujahidin, serta ratusan jamaah yang memadati area masjid. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi simbol sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, pengurus masjid, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan serta menciptakan suasana aman dan damai selama bulan Ramadan di Kota Pontianak.

  • Menteri Wihaji: Tim Pendamping Keluarga Harus Pastikan Bantuan Gizi Sampai ke Ibu Hamil dan Balita.

    Menteri Wihaji: Tim Pendamping Keluarga Harus Pastikan Bantuan Gizi Sampai ke Ibu Hamil dan Balita.

    Menteri kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ kepala BKKBN RI, DR.H.Wihaji

    Mujahidinfm, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, DR.H.Wihaji, S.Ag.,M.Pd, melakukan kunjungan kerja ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat dalam rangka melaksanakan Konsolidasi Program Bangga Kencana bersama Tim Pendamping Keluarga.

    Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Serbaguna PMI Provinsi Kalimantan Barat yang dihadiri sebanyak 350 orang peserta terdiri dari tim Pendamping Keluarga, kader, serta berbagai unsur pemangku kepentingan yang terlibat dalam upaya pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting di daerah.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Barat Nur Yamin, Wakil Ketua PKK Provinsi Kalimantan Barat, Asisten I Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, serta Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.

    Dalam kesempatan kali ini, Menteri Wihaji menyambut baik sinergi yang telah terjalin antara Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Barat dengan pemerintah daerah dalam menjalankan program Bangga Kencana di wilayah Kalbar.

    “Saya mengapresiasi komitmen jajaran Kemendukbangga Provinsi Kalbar dalam membangun integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) terutama kepada pemerintah Kota Pontianak,” katanya, Sabtu 7 Maret 2026.

    Tujuan utama program Bangga Kencana adalah meningkatkan kualitas hidup keluarga Indonesia, mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, dan mewujudkan keluarga berencana yang efektif . program ini mencakup komponen komponen seperti bina keluarga balita, bina keluarga remaja, dan pusat informasi dan konseling remaja.

    Untuk mendukung program tersebut ada Tim Pendukung Keluarga (TPK) yang terdiri dari tenaga Kesehatan dan petugas sosial yang bertugas membantu keluarga beresiko stunting untuk meningkatkan kualitas hidup dan tentunya mencegah stunting.

    Menurut Wihaji, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115 Pasal 47, pemerintah menugaskan TPK di seluruh Indonesia untuk membantu pendistribusian Makanan Pendamping Gizi (MPG) kepada kelompok sasaran, yaitu ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Ia menegaskan bantuan tersebut harus benar-benar sampai kepada penerima manfaat.

    “Kita pastikan MPG khusus untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita benar-benar sampai kepada penerima manfaat. Ini bagian dari tugas baru yang diberikan kepada Tim Pendamping Keluarga,” ujarnya.

    Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pontianak terus memperkuat pelaksanaan Program Bangga Kencana untuk memanfaatkan bonus demografi yang sedang dialami kota ini. Saat ini jumlah penduduk Kota Pontianak mencapai sekitar 693 ribu jiwa dengan komposisi usia produktif sekitar 69,12 persen.

    “Bonus Demografi ini harus dikelola dengan baik agar menjadi kekuatan pembangunan daerah, salah satunya melalui penguatan Program keluarga berencana dan pembangunan keluarga,” ungkapnya.

    Ia menjelaskan berdasarkan data Sistem Informasi Keluarga (SIGA) tahun 2025 terdapat sekitar 76.971 pasangan usia subur di Kota Pontianak yang menjadi sasaran utama pelayanan keluarga berencana dan pembinaan ketahanan keluarga. Selain itu, Kota Pontianak juga telah memiliki 29 Kampung Keluarga Berkualitas yang tersebar di berbagai kelurahan sebagai pusat integrasi program pembangunan keluarga.

    Wali Kota juga menyampaikan bahwa hingga 2025 terdapat 8.553 keluarga berisiko stunting di Kota Pontianak yang telah mendapatkan pendampingan dari Tim Pendamping Keluarga. Karena itu, penguatan tenaga lini lapangan menjadi faktor penting dalam keberhasilan program pembangunan keluarga di daerah. (Arummanix)

  • Ratusan Anak Ikut Lomba Mewarnai di Masjid Raya Mujahidin Kalimantan Barat

    Ratusan Anak Ikut Lomba Mewarnai di Masjid Raya Mujahidin Kalimantan Barat

    MUJAHIDINFM.ID, Pontianak –
    Kolaborasi BAZAR JUADAH Mujahidin, TK Mujahidin , Remaja Mujahidin Kal-Bar bersama Radio dan TV Mujahidin memberikan kemeriahan di Lomba Mewarnai Ramadhan 1447 H yang diadakan di Masjid Raya Mujahidin Kalimantan Barat.


    Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 7 Maret 2026 diikuti oleh 140an peserta dari tingkat TK/PAUD dan SD kelas 1-3 seKota Pontianak dan Kubu Raya.Kegiatan ini sendiri dilaksanakan pukul 14.30-17.00 WIB di Masjid Raya Mujahidin.


    Dalam kegiatan ini peserta diwajibkan hadir bersama orang tua masing-masing, Anggun Arianto selaku Pj.Acara sekaligus Direktur Radio dan TV Mujahidin menyampaikan “Kehadiran orang tua bertujuan agar terbangun hubungan baik antara Orang Tua dan Anak ditengah krisis perhatian orang tua, apalagi anak-anak diusia TK dan SD yang masih perlu dibangun rasa percaya dirinya”.
    Dalam lomba mewarnai ini penilaian yang diambil berupa Komposisi Warna, Kreatifitas dan Kebersihan, salah satu juri Faisal menjelaskan ” Lomba mewarnai selain menjadi ajang kreatifitas bagi anak anak, juga bisa menimbulkan bakat seni lukis yg tampak sedari kecil selain itu juga bisa mengalihkan anak anak dari hp dan sebagaimana kite ketahui bahwa mewarnai sangat baik utk imajinasi dan fokus anakJadi lomba mewarnai ini sangat positif bagi tumbuh kembang anak”.


    Kegiatan lomba mewarnai yang didukung oleh Yayasan Mujahidin Kalimantan Barat serta Bank Kalbar da BI Kal-Bar diharapkan bisa menjadi ajang pengasah kreatifitas dan unjuk keberanian bagian anak-anak TK dan SD dalam mengikuti lomba-lomba, serta pelaksanaan diMasjid Raya Mujahidin juga bertujuan agar anak-anak mengenal dan semakin dekat dengan Masjid dimanapun mereka berada.


    “Yang unik dari lomba ini adalah, walaupun lomba ini dilaksanakan dalam Rangka Memeriahkan Ramadhan, dengan tema keislaman tapi ternyata ada beberapa non muslim yang antusias ikut dalam lomba ini, harapan kami inilah bentuk nilai-nilai toleransi kami ssbagai seorang muslim” terang Anggun Arianto.